Angkatan Ekspor, Private Course Batch 1

Dua tahun gue cuma pengen ekspor. 41 hari setelah gue mulai, orang asing transfer ke rekening gue.

Gue lagi kerja di depan laptop pakai headset, di samping jendela dengan latar taman hijau.
Buyer, dokumen, dan forwarder, semuanya gue urus dari laptop.

Gue Rustandi, eksportir kakao yang sampai hari ini masih kirim barang ke luar negeri pakai brand sendiri, Angkassa Cocoa. Angkatan Ekspor Private Course adalah pendampingan personal, lengkap dengan sesi Zoom personal 1 on 1 sama gue, buat lo yang mau ekspor dari nol sampai closing. Dulu gue jalan sendirian: gak ada yang bisa gue tanya waktu mentok, gak ada yang bilang "jangan, itu jebakan" sebelum gue rugi. Di sini lo gak perlu ngulang jalan yang salah itu, karena ada gue di sebelah lo dari langkah pertama. Sekali bayar, dan pendampingannya jalan terus selama bisnis ekspor lo aktif.

  • Eksportir aktif sejak 2023
  • Lebih dari 20 buyer di 4 benua
  • Biji kakao peraih Gold Award internasional
Chat untuk kurasi

Harga dan detail paket dibahas di WhatsApp setelah kurasi singkat.

Mungkin ini lo

Lo udah tau ekspor itu ada. Tapi belum juga mulai.

Gue paham banget rasanya. Di 2021 gue udah baca-baca soal ekspor, udah nonton YouTube, udah yakin ini jalan yang mau gue ambil. Dua tahun kemudian, gak ada satu pun yang jadi.

Waktu gue tanya ke orang-orang yang daftar ke gue, apa yang bikin mereka stuck, jawabannya hampir sama semua: gak tau mulai dari mana. Wajar. Ekspor kerasa rumit karena semua istilahnya biasanya dilempar sekaligus, HS Code, lartas, Incoterms, PEB, dalam satu artikel. Otak orang cuma sanggup megang beberapa hal baru dalam satu waktu, sisanya lewat.

Yang akhirnya ngubah dua tahun gue jadi 41 hari bukan ilmu baru. Ilmu gue di 2021 dan di 2023 kurang lebih sama. Yang berubah cuma satu: gue bayar Rp50.000 buat bikin PT Perorangan, dan waktu ngisi formulirnya gue dipaksa milih mau jualan apa. Di detik itu gue gak bisa nunda lagi.

Yang selama ini kurang dari lo mungkin bukan ilmu. Yang kurang adalah urutan yang jelas, dan sesuatu yang maksa lo jalan.

Samain bahasa dulu

Ekspor gak serumit yang lo kira. Tiga hal ini yang bikin dia kerasa rumit.

Kalau lo masih awam, jangan langsung bayangin kontainer. Bayangin ada orang di negara lain yang butuh barang, dan lo bisa nyediain barang itu dengan spesifikasi, harga, dan cara kirim yang disepakati. Di situ bisnisnya mulai. Kapal, dokumen, dan Bea Cukai itu cara ngirimnya, bukan intinya.

  1. 01

    Ada pihak ketiga.

    Jualan ke tetangga itu gampang, lo ketemu orangnya, dia bayar, selesai. Di ekspor, barang lo lewat dua pintu: pintu keluar Indonesia dan pintu masuk negara pembeli. Tiap pintu punya penjaganya sendiri.

  2. 02

    Ada dokumen yang harus cocok.

    Invoice, packing list, dan sertifikat harus nyebut barang yang sama persis. Beda sedikit aja, paket lo bisa ditahan di salah satu pintu.

  3. 03

    Ada jarak.

    Lo gak pernah ketemu pembelinya. Semua kepercayaan dibangun lewat tulisan, foto, dan sample.

Tiga fakta yang sering bikin orang kaget

  • Gak ada angka minimal buat disebut eksportir. Kirim 100 kg pun, secara hukum itu ekspor.
  • Perorangan pun boleh jadi eksportir. Syarat dasarnya NIB dan NPWP, lalu barang lo dicek aturannya sendiri.
  • Lo gak harus punya kebun atau pabrik. Di ekspor ada beberapa posisi, dan menjual barang orang lain secara jujur itu model usaha yang sah.

Buyer gak beli katalog lo. Buyer beli kemampuan lo menepati janji.

Perjalanan

Dua tahun gue mikir, 41 hari gue jalan, delapan bulan sampai order pertama.

Gue tulis apa adanya, termasuk bagian yang gak enak. Timeline ini pengalaman pribadi gue, jadi cepat lambatnya di kasus lo bisa beda jauh, ke dua arah.

  1. 2021 sampai 2022

    Gue pengen ekspor, udah baca dan nonton macam-macam. Gak ngapa-ngapain.

  2. Gue bikin PT Perorangan, biayanya Rp50.000. Waktu itu gue masih kerja kantoran. Pulang kantor, siap jam 8 malam, lalu ngulik ekspor sampai jam 1 atau 2 pagi. Berbulan-bulan.

  3. Email pertama gue ke calon buyer berangkat.

  4. Uang pertama masuk, hari ke-41. Tapi itu uang sample, belum penjualan.

  5. September 2023 sampai Maret 2024

    Email terus jalan, sample terus berangkat, belum ada yang langsung jadi order komersial. Ini fase yang bikin kebanyakan orang berhenti, biasanya di bulan ketiga.

  6. Penjualan komersial pertama lunas, dari sample ke-14. Sample yang gue kirim cuma beberapa kilo, order pertamanya langsung skala ton, invoice USD 39.000, dibayar 100 persen di depan sebelum barangnya gue produksi, dalam dua transfer, 18 dan 22 April 2024. Pembelinya gak kenal gue sama sekali. Dia cuma nerima sample dan nyoba.

    Tiga orang memegang spanduk pelepasan ekspor cocoa butter di depan truk boks yang terbuka, kardus barang terlihat di dalam truk.
    Order pertama itu, cocoa butter skala ton ke Ukraina. Barangnya berangkat Oktober 2024.
    Transfer pertama, USD 23.000, 18 April 2024.
    Transfer kedua, USD 16.000, 22 April 2024.

    Klik gambar untuk memperbesar. Data pengirim, nomor rekening, dan nomor transaksi ditutup untuk melindungi data.

  7. Setelah itu

    Kontrak kerja gue di kantor gak dilanjut. Gue gak lamar kerja lagi, tapi bukan karena nekat: penjualan kedua udah jadi repeat order tiap tahun, dan omset bulanan udah lewat gaji gue yang terakhir.

  8. Sekarang

    Lebih dari 20 buyer yang order komersial, tersebar di 4 benua. Pelanggan tetap terbesar gue ada di Amerika Serikat, negara yang mewajibkan fasilitas eksportirnya terdaftar di FDA. Biji kakao gue dari origin Java dan East Nusa Tenggara juga udah dapet Gold Award dari organisasi kakao internasional.

Kalau sekarang lo masih kerja kantoran dan ngulik ekspor malam-malam habis pulang kerja, lo gak telat. Gue mulai persis dari posisi itu.

Gue cerita ini bukan buat pamer. Gue cerita supaya lo tau, jarak antara "gue mau ekspor" dan "ada orang asing yang transfer duluan" itu nyata, panjang, dan bisa dipendekin kalau lo tau urutannya.

Corong asli

5.022 perusahaan gue email. Yang jadi buyer, lebih dari 20.

  • 5.022perusahaan yang gue email sejak Agustus 2023
  • 20+yang akhirnya order komersial

Ekspor itu permainan peluang. Kayak nyebar undangan: dari 100 undangan mungkin 5 yang bales, 1 yang datang. Kalau lo cuma nyebar 10, bisa jadi gak ada yang datang, dan lo nyimpulin ekspor gak jalan, padahal lo cuma kurang nyebar.

Tapi banyaknya email bukan segalanya. Angka gue di awal lebih jelek dari seharusnya, gara-gara dua kesalahan yang gak ada yang ngasih tau ke gue. Dua kesalahan itu yang gue bongkar duluan di Bab 1 Private Course, biar lo gak bayar harga yang sama.

Angka dari arsip email Angkassa, Agustus 2023 sampai September 2026.

Kenapa ini ada

Yang bikin gue lama bukan kurang usaha. Urutan gue yang ngacak.

Hari ini gue nyari buyer, besok baru sadar belum punya PT, lusa baru tau barang gue harus lewat karantina. Semuanya gue kerjain, tapi urutannya kebalik-balik. Hasilnya, gue butuh waktu bertahun-tahun buat paham ekspor end to end, dan beberapa kesalahan di tengah jalan itu harganya mahal.

Private Course ini gue bikin supaya lo jalan pakai urutan yang benar dari langkah pertama. Tujuannya satu: lo jalan lebih cepat dari gue dulu, sampai kirim sample dan closing pertama, lalu scale up dengan fondasi yang benar.

Nol

1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7

Closing, barang berangkat

7 bab bertahap, satu tujuan: lo menguasai mekanisme ekspor end to end, dari nol sampai barang berangkat. Bab dibuka satu per satu sesuai progres lo, bukan ditumpuk sekaligus, supaya lo gak pusing duluan lihat semua materi, dan tiap tahap ada gue yang nemenin.

Kalau lo lagi macet di sini

Dari semua orang yang cerita ke gue waktu daftar, macetnya paling sering di lima titik ini.

Semuanya kita kerjain satu per satu, jadi mulai dari nol pun bisa.

  1. 1

    Gak tau mulai dari mana.

    Gue kasih peta jalannya, urutan langkah dari nol sampai barang berangkat, supaya lo gak ngacak kayak gue dulu.

  2. 2

    Bingung mau ekspor produk apa.

    Gue dampingin dan kasih tau cara yang tepat buat milih komoditas. Abis itu kita riset komoditas lo: permintaan pasarnya, aturan larangan dan pembatasannya, bea keluarnya, dan lapisan harganya.

  3. 3

    Belum punya badan usaha.

    Gue pandu bikin PT Perorangan sendiri step by step, gak perlu bayar jasa pembuatan.

  4. 4

    Gak tau cara dapet buyer.

    Cara riset buyer yang tepat, email pertama yang dibaca, sampai sistem email otomatis yang gue pakai sendiri. Sasarannya langsung ke pengguna akhir, bukan lewat perantara.

  5. 5

    Takut salah di sample, harga, dan pembayaran.

    Cara hitung modal per produk, cara ngunci harga supaya gak berubah di tengah negosiasi, kirim sample tanpa rugi, dan jualan dengan pembayaran 100 persen di depan.


Kata peserta Batch 1

Batch 1 baru jalan. Ini kata mereka yang udah di dalam.

  • Peserta Private Course Batch 1, sebelumnya udah belajar otodidak dan udah punya PT.
  • Peserta Private Course Batch 1, mulai dari nol.

Ketuk gambar untuk memperbesar. Jawaban asli peserta di WhatsApp waktu gue minta kesan mereka, Oktober 2026. Nama dan foto profil gak ditampilin. Mereka baru jalan di Bab 1, jadi ini kesan soal materi dan pendampingan, bukan soal hasil.

Satu paket utuh

Bukan potongan-potongan. Satu paket utuh.

  1. 01Bab 1 sampai Bab 7, isinya daging semua. Kalau kata peserta, Wagyu A5. Dibuka bertahap sesuai progres lo.
  2. 02Sesi Zoom personal 1 on 1 sama gue, tempatnya bahas yang personal: supplier, buyer, harga, dan dokumen lo. Jatah sesi Zoom personal ini berlaku 1 tahun.
  3. 03Zoom bedah bareng tiap minggu sesama peserta, jalan terus. Tugas yang udah masuk dibedah bareng, lanjut tanya jawab bebas, jadi pertanyaan orang lain juga jadi ilmu buat lo. Hal sensitif tetap di sesi Zoom personal 1 on 1.
  4. 04Akses WhatsApp langsung ke gue, buat apa pun soal ekspor dan bisnisnya, selama bisnis ekspor lo aktif.
  5. 05Sistem operasional ekspor yang gue pakai sendiri tiap hari di bisnis gue, versi kosong yang siap lo isi pakai data lo sendiri.
  6. 06Sistem email campaign otomatis ke buyer. Kita setting bareng, jalan di akun email lo sendiri, terus kerja walaupun lo lagi tidur.
  7. 07Template invoice dan packing list yang siap pakai, plus review dokumen pertama lo: invoice, packing list, dan email pertama ke buyer.
  8. 08Panduan bikin PT Perorangan sendiri, step by step.
  9. 09Daftar kesalahan yang udah gue bayar mahal, supaya lo gak perlu bayar lagi.
  10. 10Grup peserta Private Course, tertutup, isinya peserta jalur ini aja.
  11. 11Pendampingan jalan terus selama bisnis ekspor lo aktif. Sekali bayar, bukan langganan.

Jumlah sesi Zoom personal, cara kerja detail, dan harga gue jelasin di WhatsApp setelah kurasi.

Cek dulu, baru percaya

Jangan percaya omongan gue. Cek sendiri.

Lo berhak curiga sama kelas online. Makanya semua yang gue tulis di sini ada jejaknya. Dokumen ekspor asli, foto kiriman, dan chat asli sama buyer gue tunjukin langsung di sesi, bukan cuma cerita.

  • Brand

    Brand yang gue ekspor: Angkassa Cocoa

    Buka angkassacocoa.com
  • Barang gue sendiri, sebelum pintu kontainernya disegel.

    • 01 Biji kakao fermentasi di tangan gue.
    • 02 Biji kakao yang sudah dibungkus karung goni di atas palet.
    • 03 Karung goni berisi biji kakao tersusun sebelum dikirim.
    • 04 Biji kakao yang selesai pengeringan di gudang dan siap sortir sebelum dibungkus karung goni.
    • 05 Karung dimuat ke mobil.
    • 06 Cocoa butter dan kardus Angkassa Cocoa.
    • 07 Kardus Angkassa Cocoa siap kirim.
    • 08 Barang masuk ke kontainer.
    • 09 Cocoa butter dimuat ke truk sebelum masuk kontainer.
    • 10 Kontainer penuh kardus Angkassa Cocoa.
    • 11 Barang diperiksa petugas karantina.
    • 12 Pintu kontainer ditutup dan disegel.
    Geser ke samping, 12 foto. Klik foto untuk memperbesar. Data sensitif ditutup.
  • Dokumen dan pembayaran

    Bukti transfer, foto pelepasan ekspor, dan foto di gudang buyer ada di timeline perjalanan di atas.

    Dokumen ekspor asli dan chat asli sama buyer gue tunjukin langsung di sesi.

Sebelum lo chat

Ini cocok buat lo kalau...

Cocok

  • Lo serius mau praktek, bukan cuma nonton materi.
  • Lo belum punya produk, belum punya PT, atau masih kerja kantoran. Semua itu normal di awal, gue juga mulai dari situ.
  • Lo bisa nyediain waktu rutin tiap minggu dan siap ngerjain bagian lo sendiri: riset, ngobrol sama supplier, kirim email.
  • Lo sabar sama proses, karena order pertama jarang datang di bulan pertama.

Gak cocok kalau

  • Lo nyari cara cepat kaya.
  • Lo mau dicariin buyer atau mau bisnisnya dikerjain orang lain.
  • Lo berharap ada jaminan untung dalam waktu tertentu.
Tolong dibaca

Ekspor itu long game. Satu sampai dua bulan pertama bukan tahap dapet uang. Itu tahap lo paham mekanisme ekspor end to end sambil praktek bareng gue. Kalau yang lo cari instant money, jangan daftar. Tapi kalau lo mau industri yang sustainable, potensinya besar, dan lo siap jalanin prosesnya, ini buat lo.

Makanya ada kurasi singkat di WhatsApp sebelum gue ngasih penawaran. Bukan buat mempersulit, tapi supaya waktu kita berdua gak kebuang.


Biar jelas dari awal

Ada yang gak bisa gue janjiin, dan gue lebih milih jujur dari awal.

  • Gue gak menjamin lo pasti dapet buyer atau untung dalam waktu tertentu. Order komersial pertama gue sendiri butuh delapan bulan sejak PT berdiri.
  • Gue gak ngerjain bisnis lo. Gue dampingin sampai lo bisa jalan sendiri, karena yang bisa lo kerjain sendiri itu yang gak bisa diambil orang.
  • Gue gak jual tontonan. Materi dan sesi baru ada gunanya kalau lo praktek.
  • Gak ada refund setelah materi dan akses dikirim.
  • Jatah sesi Zoom personal 1 on 1 berlaku 1 tahun. Sesi Zoom personal yang gak lo pakai dalam 1 tahun itu hangus. Pendampingan lo sendiri tetap jalan terus.
Batch 1

50 kursi. Kursi pertama udah terisi sejak 23 September 2026, dan kursi berikutnya terus terisi.

Segera amankan kursi lo sebelum penuh.

Batch 1 gue batasi 50 kursi, karena yang lo beli bukan cuma materi, tapi waktu gue: sesi Zoom personal 1 on 1, WhatsApp langsung, dan review dokumen lo, semuanya gue pegang sendiri. Kursi diisi berurutan sesuai pembayaran yang udah terverifikasi, dan begitu 50 kursi penuh, pendaftaran Batch 1 ditutup. Karena ini batch perdana dan beberapa orang udah join, Batch 1 lagi ada penawaran khusus. Batch berikutnya harganya lebih tinggi, dan tetap gue kurasi.

Alurnya begini

  1. Lo chat lewat tombol di bawah.
  2. Gue tanya beberapa hal singkat: kenapa lo mau ekspor, goals lo apa, dan ada hal mendesak apa yang lagi lo kejar. Ini kurasinya, supaya gue tau latar belakang lo.
  3. Kalau cocok, gue kirim detail lengkapnya di WhatsApp: cerita, isi paket, harga, serta syarat dan ketentuan. Bacanya sekitar 3 sampai 4 menit.
  4. Kalau setelah baca lo yakin, balas "Ko Rustandi, I'm ready to roll".
  5. Gue kirim info rekening dari nomor WhatsApp resmi Angkatan Ekspor, atas nama Rustandi Gunawan. Setelah pembayaran terverifikasi dan lo isi data peserta, dalam 1x24 jam lo terima Bab 1, nomor peserta, pilihan jadwal sesi Zoom personal 1 on 1 pertama, dan masuk grup peserta.
Chat untuk kurasi

Pertanyaan yang sering masuk

Kenapa cuma 50 kursi?

Karena yang lo bayar bukan cuma materi. Lo beli waktu gue. Tiap peserta dapet sesi Zoom personal 1 on 1 langsung sama gue, bisa WhatsApp gue langsung, dan dokumen sama email pertama lo gue review sendiri, bukan sama admin. Gue juga masih ngejalanin Angkassa tiap hari, ngurus buyer dan ngirim barang. Kalau pesertanya kebanyakan, yang pertama turun pasti kualitas pendampingannya. 50 itu batas yang menurut gue masih bisa gue pegang satu per satu.

Apa bedanya sama kelas ekspor lain?

Gue gak bisa ngomongin kelas orang lain, yang bisa gue jelasin cara gue sendiri. Kursi dibatasi karena tiap orang dapet waktu gue langsung. Gue gak jual daftar buyer, karena gue pernah beli daftar kayak gitu dan hasilnya hampir nol, jadi lo diajarin nyari sendiri. Gak ada janji untung, gak ada harga coret, harga yang gue kasih di WhatsApp itu harga beneran. Dan pendampingan lo jalan terus selama bisnis ekspor lo aktif.

Harus punya PT dulu?

Belum harus di hari pertama. Secara aturan, perorangan pun bisa jadi eksportir, syarat dasarnya NIB dan NPWP. Gue guide lo bikin PT Perorangan sendiri step by step lewat materi yang gue buat. Biaya resminya waktu gue bikin di Agustus 2023 Rp50.000, dan lo gak perlu bayar jasa pembuatan sama sekali.

Harus udah punya produk?

Belum. Mayoritas peserta yang daftar ke Private Course ini juga belum punya produk. Makanya di Bab 1 kita mulai dari pengenalan mekanisme ekspor dan cara milih komoditasnya. Lo gak harus punya kebun atau pabrik: lo milih dan ngecek komoditas dari akses terdekat lo, dan lo boleh mulai dengan menjual barang orang lain secara jujur.

Gue masih kerja kantoran, bisa?

Bisa. Gue sendiri mulai sambil kantoran. Yang penting lo tentuin jam yang beneran bisa lo pakai tiap minggu, dan komit sama itu.

Butuh modal berapa?

Tergantung komoditas, volume, dan negara tujuan. Angka dari kasus gue sendiri ada di bagian Soal modal di atas.

Gue bakal dicariin buyer?

Enggak, dan itu sengaja. Analoginya mancing. Gue ajarin cara bikin joran, pasang umpan, kolam yang beda harus diperlakukan gimana, dan apa yang bahaya. Tapi yang megang joran dan mancing tetap lo. Yang susah didapat, itu yang jadi milik lo dan susah hilang.

Harus kirim satu kontainer?

Enggak. Order 100 kg pun tetap closing.

Gue mau jalan berdua sama partner, bisa satu pendaftaran?

Private Course ini personal. Sesi Zoom personal 1 on 1 itu buat satu orang, dan materi serta sistemnya cuma buat peserta yang terdaftar, gak boleh dibagi atau dijual ulang. Jadi kalau jalan berdua, masing-masing daftar sendiri.

Cara bayarnya gimana, dan amannya gimana?

Transfer hanya ke rekening atas nama Rustandi Gunawan. Info rekening cuma dikirim dari nomor WhatsApp resmi Angkatan Ekspor, 0851-1051-5798, setelah lo setuju sama semua syarat dan ketentuan. Gue gak pernah minta transfer ke rekening atas nama orang lain. Kalau ada yang ngaku-ngaku dan minta transfer ke rekening lain, jangan dibayar dan kabarin gue.

Bisa refund?

Gak ada refund setelah materi dan akses dikirim. Karena itu kurasinya di depan, dan detail lengkapnya gue kirim sebelum lo bayar, supaya lo yakin dulu.

Berapa lama pendampingannya?

Pendampingan lo jalan terus selama bisnis ekspor lo aktif: materi, grup peserta, Zoom bedah mingguan, WhatsApp, dan tanya ke gue. Sekali bayar, bukan langganan. Yang ada batas waktunya cuma jatah sesi Zoom personal 1 on 1: berlaku 1 tahun, dihitung dari tugas Bab 1 lo gue terima, paling lambat 60 hari setelah bayar.

Harganya berapa?

Harga gue kasih di WhatsApp setelah kurasi singkat. Bukan buat main rahasia, tapi karena gue perlu tau dulu kondisi lo, supaya gue gak jualan ke orang yang sebenarnya belum cocok.